Review Film The Last Princess. Film The Last Princess yang dirilis pada tahun 2016 merupakan drama sejarah Korea Selatan yang mengangkat kisah tragis Putri Deokhye, putri terakhir Dinasti Joseon, yang dipaksa pindah ke Jepang pada usia 13 tahun di bawah pendudukan kolonial Jepang, dengan perjuangan panjangnya untuk kembali ke tanah air diselingi romansa halus bersama teman masa kecilnya yang berjuang untuk kemerdekaan Korea. BERITA BOLA
Alur Cerita dan Karakter Utama: Review Film The Last Princess
Cerita berfokus pada kehidupan Deokhye sejak dipisahkan dari keluarga setelah kematian ayahnya, hingga ia hidup di Jepang dengan pengawasan ketat, mencoba beberapa kali kabur, dipaksa menikah dengan bangsawan Jepang, serta menderita gangguan mental setelah kelahiran anaknya, sementara Kim Jang-han, pejuang kemerdekaan yang mencintainya, berusaha membawanya pulang, dengan akhir emosional saat ia akhirnya kembali ke Korea pada 1962 setelah puluhan tahun terpisah.
Penampilan Aktor dan Produksi: Review Film The Last Princess
Penampilan utama wanita sebagai Deokhye penuh emosi mendalam dan transformasi dari gadis polos menjadi wanita yang hancur namun tangguh, sementara aktor yang memerankan Jang-han menghadirkan keteguhan serta kelembutan yang meyakinkan, didukung pemeran pendukung solid seperti ratu dan antagonis pro-Jepang, dengan produksi memukau melalui rekreasi istana Joseon, lokasi syuting di Korea dan Jepang, serta detail kostum periode yang autentik dan visual indah.
Tema dan Pesan yang Disampaikan
Film ini mengeksplorasi dampak penjajahan Jepang terhadap identitas pribadi dan nasional, tema ketabahan di tengah penderitaan, serta pengorbanan demi tanah air, dengan kritik terhadap kolaborator lokal serta pesan bahwa harapan kemerdekaan tetap hidup meski melalui tragedi pribadi, sekaligus menyentuh isu kesehatan mental dan hilangnya monarki di era modern.
Kesimpulan
The Last Princess berhasil menjadi drama sejarah yang mengharukan dan kuat berkat akting brilian para pemeran utama, narasi emosional yang berbasis kisah nyata meski dengan sedikit fiksi, serta produksi berkualitas tinggi, cocok bagi penonton yang menyukai cerita inspiratif tentang perjuangan serta tragedi di balik sejarah kolonial, meninggalkan kesan mendalam tentang harga kemerdekaan dan keteguhan hati.