Review Film Enter the Ninja

Review Film Enter the Ninja. Film Enter the Ninja yang dirilis pada 1981 masih dianggap sebagai salah satu pelopor demam ninja di Hollywood era 80-an. Disutradarai oleh Menahem Golan, film ini memperkenalkan Franco Nero sebagai Cole, veteran perang yang baru lulus ujian ninjutsu di Jepang dan kembali ke Filipina untuk bantu teman lamanya, Hasegawa. Saat lahan Hasegawa diincar pengusaha kaya yang pakai ninja saingan sebagai pembunuh bayaran, Cole terpaksa gunakan skill mematikannya untuk lindungi teman dan istrinya. Dengan Sho Kosugi sebagai ninja hitam antagonis, film ini tawarkan aksi pedang, shuriken, dan stunt berani yang jadi blueprint banyak film ninja berikutnya. BERITA BOLA

Plot dan Karakter Utama: Review Film Enter the Ninja

Cerita Enter the Ninja dimulai dengan ujian ninjutsu Cole di Jepang—adegan pembuka penuh ritual dan pertarungan yang langsung tarik perhatian. Cole kemudian kunjungi Hasegawa di Filipina, yang punya perkebunan kecil tapi diincar Venarius, pengusaha minyak korup. Venarius pakai ninja hitam bernama Hase (Sho Kosugi) untuk teror Hasegawa, tapi Cole lawan balik dengan teknik ninja putih. Karakter Cole digambarkan sebagai pahlawan Barat yang kuasai seni Timur—Franco Nero dengan aksen Italia beri nuansa eksotis. Hasegawa dan istrinya Mary Ann tambah elemen drama keluarga, sementara Venarius dan anak buahnya jadi villain kartunish khas film B. Plot sederhana: lindungi lahan, balas dendam, dan duel ninja final—tapi cukup untuk dorong aksi tanpa henti.

Aksi dan Pengaruh pada Genre Ninja: Review Film Enter the Ninja

Aksi jadi nyawa film ini: pertarungan pedang di ladang tebu, lempar shuriken di rumah, dan final epik di benteng dengan stunt wire-fu awal. Sho Kosugi curi perhatian sebagai ninja hitam—gerakannya cepat dan presisi, bikin duel Cole vs Hase jadi highlight. Efek praktis seperti darah semprot dan ledakan murah khas budget rendah, tapi stunt berani seperti lompat dari atap atau kabur di motor tambah adrenalin. Film ini populer karena bawa ninjutsu ke penonton Barat dengan cara spektakulair—sebelumnya ninja lebih mistis, tapi di sini lebih action hero. Pengaruhnya besar: langsung lahirkan sekuel dan banyak imitasi, termasuk seri American Ninja yang lebih sukses kemudian.

Penerimaan dan Status Kultus

Saat rilis, Enter the Ninja sukses box office meski budget kecil, untung besar berkat demam martial arts pasca Bruce Lee. Kritikus campur: banyak puji aksi Kosugi tapi kritik acting Nero yang kaku dan plot klise. Namun, justru elemen cheesy itu yang bikin film ini kultus sekarang—dialog over-the-top, villain berlebihan, dan romance cepat jadi “so bad it’s good”. Sho Kosugi langsung jadi bintang ninja Hollywood, sementara Golan lanjut produksi banyak film serupa. Hingga kini, film ini sering ditonton ulang sebagai nostalgia awal demam ninja Barat, meski efek usang dan editing kadang kasar.

Kesimpulan

Enter the Ninja adalah film yang membuka pintu lebar untuk genre ninja di Hollywood dengan aksi pedang brutal, stunt berani, dan campuran budaya Timur-Barat yang unik. Meski plot sederhana dan acting standar, pesona Sho Kosugi serta energi tanpa henti membuatnya abadi sebagai kultus klasik 80-an. Bagi penggemar aksi lama atau yang penasaran asal-usul demam ninja, film ini tetap layak ditonton ulang—bukti bahwa satu ninja putih Italia bisa ubah tren sinema puluhan tahun. Hiburan murni yang tak lekang waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *